Senin, 31 Agustus 2015

[080] 'Abasa Ayat 014

««•»»
[080] 'Abasa Ayat 014
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 13][AYAT 15]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
14of42
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=80&tAyahNo=14&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#80:14

[080] 'Abasa Ayat 013

««•»»
Surah 'Abasa 11

في صُحُفٍ مُكَرَّمَةٍ
««•»»
fii shuhufin mukarramatin
««•»»
Di dalam kitab-kitab yang dimuliakan {1557},
{1557} Maksudnya: Kitab-Kitab yang diturunkan kepada nabi-nabi yang berasal dari Lauhul Mahfuzh.
««•»»
in honoured scriptures,
««•»»
·
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Di dalam kitab-kitab) menjadi Khabar yang kedua, karena sesungguhnya ia dan yang sebelumnya berkedudukan sebagai jumlah Mu`taridhah atau kalimat sisipan (yang dimuliakan) di sisi Allah.
««•»»
on leaves (fī suhufin is the second predicate of innahā, ‘truly it’, and what precedes it is a parenthetical statement) [that are] honoured, by God,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 12][AYAT 14]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
13of42
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=80&tAyahNo=13&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#80:13

[080] 'Abasa Ayat 012

««•»»
Surah 'Abasa 12

فَمَن شاءَ ذَكَرَهُ
««•»»
faman syaa-a dzakarahu
««•»»
Maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya,
««•»»
—so let anyone who wishes remember it—««•»»

Maka barangsiapa yang menghendaki peringatan yang jelas dan gamblang itu tentu ia memperhatikan dan beramal sesuai dengan kehendak hidayah itu.

Apalagi jika diperhatikan bahwa hidayah itu berasal dari kitab-kitab yang mulia seperti diterangkan dalam ayat-ayat berikutnya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka barang siapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya) atau tentu ia menghafalnya kemudian menjadikannya sebagai nasihat bagi dirinya.
««•»»
so let whoever will, remember it, preserve it [in his memory] and thus be admonished by it —
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 11][AYAT 13]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
12of42
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=80&tAyahNo=12&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#80:12

[080] 'Abasa Ayat 011

««•»»
Surah 'Abasa 11

كَلّا إِنَّها تَذكِرَةٌ
««•»»
kallaa innahaa tadzkiratun
««•»»
Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan,
««•»»
No indeed! These [verses of the Qurʾān] are a reminder
««•»»

Dalam ayat ini Allah menegur Nabi-Nya agar tidak lagi mengulangi tindakan-tindakan seperti itu yaitu ketika ia menghadapi Ibnu Ummi Maktum dan Walid bin Mugirah dan kawan-kawannya. Sesungguhnya ajaran-ajaran Allah itu adalah suatu peringatan dan nasihat untuk menyadarkan orang-orang yang lupa atau tidak memperhatikan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Tuhannya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sekali-kali jangan) berbuat demikian, yakni janganlah kamu berbuat hal yang serupa lagi. (Sesungguhnya hal ini) maksudnya, surat ini atau ayat-ayat ini (adalah suatu peringatan) suatu pelajaran bagi makhluk semuanya.
««•»»
No indeed!, do not behave like this. Truly it, the sūra, is, or the verses [are], a reminder, an admonition for [all] creatures —
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 10][AYAT 12]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
11of42
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=80&tAyahNo=11&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#80:11

[080] 'Abasa Ayat 010

««•»»
Surah 'Abasa 10

فَأَنتَ عَنهُ تَلَهّىٰ
««•»»
fa-anta 'anhu talahhaa
««•»»
Maka kamu mengabaikannya.
««•»»
you are neglectful of him.
««•»»

Dan adapun orang seperti Abdullah bin Ummi Maktum yang datang, kepadamu dengan bersegera untuk mendapat petunjuk dan rahmat dari Tuhannya, sedang ia takut kepada Allah jika ia jatuh ke dalam lembah kesesatan, maka kamu bersikap acuh tak acuh dan tidak memperhatikan permintaannya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka kamu mengabaikannya) artinya, tiada memperhatikannya sama sekali; lafal Talahhaa asalnya Tatalahhaa, kemudian salah satu dari kedua huruf Ta dibuang, sehingga jadilah Talahhaa.
««•»»
to him you pay no heed (talahhā: the original second tā’ [of tatalahhā] has been omitted), that is to say, from him you are distracted [by other things].
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 9][AYAT 11]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
10of42
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=80&tAyahNo=10&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#80:10

[080] 'Abasa Ayat 009

««•»»
Surah 'Abasa 9

وَهُوَ يَخشىٰ
««•»»
wahuwa yakhsyaa
««•»»
Sedang ia takut kepada (Allah),
««•»»
while he fears [Allah],
««•»»

Dan adapun orang seperti Abdullah bin Ummi Maktum yang datang, kepadamu dengan bersegera untuk mendapat petunjuk dan rahmat dari Tuhannya, sedang ia takut kepada Allah jika ia jatuh ke dalam lembah kesesatan, maka kamu bersikap acuh tak acuh dan tidak memperhatikan permintaannya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sedangkan ia takut) kepada Allah swt.; lafal Yakhsyaa menjadi Haal dari fa`il yang terdapat di dalam lafal Yas`aa, yang dimaksud adalah si orang buta itu atau Abdullah bin Umi Maktum.
««•»»
fearful, of God (wa-huwa yakhshā is a circumstantial qualifier referring to the subject of [the verb] yas‘ā, ‘hurrying’) — this being the blind man —
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 8][AYAT 10]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
9of42
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=80&tAyahNo=9&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#80:9

[080] 'Abasa Ayat 008

««•»»
Surah 'Abasa 8

وَأَمّا مَن جاءَكَ يَسعىٰ
««•»»
wa-ammaa man jaa-aka yas'aa
««•»»
Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),
««•»»
But he who comes hurrying to you,
««•»»

Dan adapun orang seperti Abdullah bin Ummi Maktum yang datang, kepadamu dengan bersegera untuk mendapat petunjuk dan rahmat dari Tuhannya, sedang ia takut kepada Allah jika ia jatuh ke dalam lembah kesesatan, maka kamu bersikap acuh tak acuh dan tidak memperhatikan permintaannya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera) lafal Yas'aa berkedudukan sebagai Haal atau kata keterangan keadaan bagi Fa'il atau subjek yang terkandung di dalam lafal Jaa-a.
««•»»
But as for him who comes to you hurrying (yas‘ā is a circumstantial qualifier referring to the subject of [the verb] jā’a, ‘comes’)
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 7][AYAT 9]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
8of42
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=80&tAyahNo=8&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#80:8

[080] 'Abasa Ayat 007

««•»»
Surah 'Abasa 7

وَما عَلَيكَ أَلّا يَزَّكّىٰ
««•»»
wamaa 'alayka allaa yazzakkaa
««•»»
Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman).
««•»»
though you are not liable if he does not purify himself.
««•»»

Adapun orang-orang kafir Quraisy yang merasa dirinya serba cukup dan mampu, mereka tidak tertarik untuk beriman padamu, mengapa engkau bersikap terlalu condong pada mereka dan ingin sekali supaya mereka masuk Islam.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Padahal tidak ada celaan atasmu kalau dia tidak membersihkan diri) yakni orang yang serba berkecukupan itu tidak beriman.
««•»»
yet it is not your concern if he does not cleanse himself, [if he does not] believe.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 6][AYAT 8]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
7of42
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=80&tAyahNo=7&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#80:7

[080] 'Abasa Ayat 006

««•»»
Surah 'Abasa 6

فَأَنتَ لَهُ تَصَدّىٰ
««•»»
fa-anta lahu tashaddaa
««•»»
Maka kamu melayaninya.
««•»»
you attend to him,
««•»»

(Maka kamu melayaninya) atau menerima dan mengajukan tawaranmu; menurut suatu qiraat lafal Tashaddaa dibaca Tashshaddaa yang bentuk asalnya adalah Tatashaddaa, kemudian huruf Ta kedua diidgamkan kepada huruf Shad, sehingga jadilah Tashshaddaa.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka kamu melayaninya) atau menerima dan mengajukan tawaranmu; menurut suatu qiraat lafal Tashaddaa dibaca Tashshaddaa yang bentuk asalnya adalah Tatashaddaa, kemudian huruf Ta kedua diidgamkan kepada huruf Shad, sehingga jadilah Tashshaddaa.
««•»»
to him you [do] attend (tasaddā: a variant reading has tassaddā, where the original second tā’ [of tatasaddā] has been assimilated with the sād), [him] you accept and turn your attention to;
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 5][AYAT 7]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
6of42
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=80&tAyahNo=6&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#80:6

[080] 'Abasa Ayat 005

««•»»
Surah 'Abasa 5

أَمّا مَنِ استَغنىٰ
««•»»
ammaa mani istaghnaa
««•»»
Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup {1556},
{1556} Yaitu pembesar-pembesar Quraisy yang sedang dihadapi Rasulullah s.a.w. yang diharapkannya dapat masuk Islam.
««•»»
But as for someone who is self-complacent,
««•»»

Adapun orang-orang kafir Quraisy yang merasa dirinya serba cukup dan mampu, mereka tidak tertarik untuk beriman padamu, mengapa engkau bersikap terlalu condong pada mereka dan ingin sekali supaya mereka masuk Islam.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup) karena memiliki harta.
««•»»
But as for the one [who thinks himself] self-sufficient, through wealth,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 4][AYAT 6]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
5of42
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=80&tAyahNo=5&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#80:5

[080] 'Abasa Ayat 004

««•»»
Surah 'Abasa 4

أَو يَذَّكَّرُ فَتَنفَعَهُ الذِّكرىٰ
««•»»
aw yadzdzakkaru fatanfa'ahu aldzdzikraa
««•»»
Atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfa'at kepadanya?
««•»»
or take admonition, and the admonition would benefit him!
««•»»

Dalam ayat-ayat ini Allah menegur Rasul-Nya: "Apa yang memberitahukan kepadamu tentang keadaan orang buta ini?". Boleh jadi ia ingin membersihkan dirinya dengan ajaran yang kamu berikan kepadanya atau ingin bermanfaat bagi dirinya dan ia mendapat keridaan Allah, sedangkan pengajaran itu belum tentu bermanfaat bagi orang-orang kafir Quraisy yang sedang kamu hadapi itu.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Atau dia ingin mendapatkan pelajaran) lafal Yadzdzakkaru bentuk asalnya adalah Yatadzakkaru, kemudian huruf Ta diidgamkan kepada huruf Dzal sehingga jadilah Yadzdzakkaru, artinya mengambil pelajaran dan nasihat (lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya) atau nasihat yang telah didengarnya dari kamu bermanfaat bagi dirinya. Menurut suatu qiraat lafal Fatanfa'ahu dibaca Fatanfa'uhu, yaitu dibaca Nashab karena menjadi Jawab dari Tarajji atau lafal La'allahuu tadi.
««•»»
or be admonished (yadhdhakkar: the original tā’ [of yatadhakkar] has been assimilated with the dhāl) and so the reminder, the admonition heard from you, might benefit him (a variant reading [for tanfa‘uhu] has tanfa‘ahu as the response to the optative statement).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 2][AYAT 5]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
4of42
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=80&tAyahNo=4&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#80:4

[080] 'Abasa Ayat 003

««•»»
Surah 'Abasa 3

وَما يُدريكَ لَعَلَّهُ يَزَّكّىٰ
««•»»
wamaa yudriika la'allahu yazzakkaa
««•»»
Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa),
««•»»
And how do you know, maybe he would purify himself,
««•»»

Dalam ayat-ayat ini Allah menegur Rasul-Nya: "Apa yang memberitahukan kepadamu tentang keadaan orang buta ini?". Boleh jadi ia ingin membersihkan dirinya dengan ajaran yang kamu berikan kepadanya atau ingin bermanfaat bagi dirinya dan ia mendapat keridaan Allah, sedangkan pengajaran itu belum tentu bermanfaat bagi orang-orang kafir Quraisy yang sedang kamu hadapi itu.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Tahukah kamu) artinya, mengertikah kamu (barangkali ia ingin membersihkan dirinya) dari dosa-dosa setelah mendengar dari kamu; lafal Yazzakkaa bentuk asalnya adalah Yatazakkaa, kemudian huruf Ta diidgamkan kepada huruf Za sehingga jadilah Yazzakkaa.
««•»»
And how would you know? Perhaps he would cleanse himself (yazzakkā: the original tā’ [of yatazakkā] has been assimilated with the zāy), that is, [perhaps] he would purge himself of sins by what he hears from you,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 2][AYAT 4]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of42
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=80&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#80:3

[080] 'Abasa Ayat 002

««•»»
Surah 'Abasa 2

أَن جاءَهُ الأَعمىٰ
««•»»
an jaa-ahu al-a'maa
««•»»
Karena telah datang seorang buta kepadanya {1555}.
{1555} Orang buta itu bernama Abdullah bin Ummi Maktum. Dia datang kepada Rasulullah s.a.w. meminta ajaran-ajaran tentang Islam; lalu Rasulullah s.a.w. bermuka masam dan berpaling daripadanya, karena beliau sedang menghadapi pembesar Quraisy dengan pengharapan agar pembesar-pembesar tersebut mau masuk Islam. Maka turunlah surat ini sebagi teguran kepada Rasulullah s.a.w.
««•»»
when the blind man approached him.
««•»»

Surah ini termasuk kelompok surah Makkiyah. Ayatnya ada empat puluh dua dan diturunkan setelah surah An Najm. Surah ini diturunkan sehubungan dengan peristiwa seorang yang buta yang bernama Abdullah bin Ummi Maktum anak paman Siti Khadijah. Beliau termasuk di antara sahabat-sahabat Muhajirin yang pertama memeluk Islam dan ketika Nabi saw melaksanakan jihad dan meninggalkan kota Madinah, beliau ini sering ditunjuk oleh Nabi saw untuk menjadi sesepuh kota Madinah mengimami salat dan juga sering melakukan azan seperti Bilal.

Peristiwa ini terjadi di Mekah yaitu ketika Nabi saw sedang sibuk-sibuknya melaksanakan seruan dakwah Islam kepada pembesar Quraisy. Beliau dengan sungguh-sungguh mengajak mereka masuk Islam dengan harapan bahwa jika mereka telah memeluk agama Islam, niscaya akan membawa pengaruh besar pada orang-orang bawahannya, karena di antara pembesar Quraisy yang sedang dihadapi itu terdapat 'Utbah dan Syaibah dua putranya Rabi'ah, Abu Jahal bin Hisyam, 'Abbas bin Abdul Mutalib, Umaiyah bin Khalaf dan Al Walid bin Mugirah. Besar sekali keinginan Nabi untuk mengislamkan mereka itu karena melihat kedudukan dan pengaruh mereka kepada orang-orang bawahannya.

Ketika beliau sedang sibuk menghadapi pembesar-pembesar Quraisy itu tiba-tiba datanglah Abdullah bin Ummi Maktum lalu menyela pembicaraan itu dengan ucapannya: "Ya Rasulullah, coba bacakan dan ajarkan kepadaku apa-apa yang telah diwahyukan oleh Allah kepadamu". Ucapannya itu diulangi beberapa kali sedang ia tidak mengetahui bahwa Nabi saw sedang sibuk menghadapi pembesar-pembesar Quraisy itu. Nabi saw, merasa kurang senang terhadap perbuatan Abdullah bin Ummi Maktum itu yang seolah-olah menganggu beliau dalam kelancaran tablignya, sehingga beliau memperlihatkan muka masam dan berpaling dari padanya. Lalu Allah SWT menyampaikan teguran kepada Nabi-Nya yang bersikap demikian itu terhadap Abdullah bin Ummi Maktum. Oleh karena bermuka masam dan memalingkan muka dari orang buta itu bisa menimbulkan perasaan tidak enak dalam hati orang-orang fakir miskin, padahal Nabi saw diperintahkan oleh Allah supaya bersikap ramah-tamah terhadap mereka.

Abdullah bin Ummi Maktum itu adalah seorang yang bersih dan cerdas hatinya. Bila ia mendengarkan hikmah ia dapat memeliharanya dan membersihkan diri dari kebusukan kemusyrikan. Adapun pembesar-pembesar Quraisy itu sebahagian besar dari mereka adalah orang-orang yang kaya dan angkuh dan tidak sepatutnya Nabi saw terlalu serius menghadapi mereka untuk diislamkan karena tugas Nabi saw hanya sekadar menyampaikan risalah dan soal pemberian petunjuk itu semata-mata berada di bawah kekuasaan Allah. Kekuatan manusia itu harus dipandang dari segi kecerdasan pikirannya dan keteguhan hatinya dan kesediaannya untuk menerima dan melaksanakan kebenaran.

Adapun harta, Kedudukan dan pengaruh pimpinan itu, semuanya adalah tidak tetap kadang-kadang ada, kadang-kadang lenyap sehingga tidak dapat diandalkan dan Nabi sendiri setelah turun ayat ini selalu menghormati Abdullah bin Ummi Maktum dan sering memuliakan kedudukannya dengan sabda Nabi saw: "Selamat datang kepada orang yang menyebabkan aku ditegur oleh Allah". Beliau sering bertanya: Barangkali Abdullah bin Ummi Maktum mempunyai keperluan apa saja beliau sanggup menunaikannya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(telah datang seorang buta kepadanya) yaitu Abdullah bin Umi Maktum. Nabi saw. tidak melayaninya karena pada saat itu ia sedang sibuk menghadapi orang-orang yang diharapkan untuk dapat masuk Islam, mereka terdiri dari orang-orang terhormat kabilah Quraisy, dan ia sangat menginginkan mereka masuk Islam. Sedangkan orang yang buta itu atau Abdullah bin Umi Maktum tidak mengetahui kesibukan Nabi saw. pada waktu itu, karena ia buta. Maka Abdullah bin Umi Maktum langsung menghadap dan berseru, "Ajarkanlah kepadaku apa-apa yang telah Allah ajarkan kepadamu." Akan tetapi Nabi saw. pergi berpaling darinya menuju ke rumah, maka turunlah wahyu yang menegur sikapnya itu, yaitu sebagaimana yang disebutkan dalam surat ini. Nabi saw. setelah itu, apabila datang Abdullah bin Umi Maktum berkunjung kepadanya, beliau selalu mengatakan, "Selamat datang orang yang menyebabkan Rabbku menegurku karenanya," lalu beliau menghamparkan kain serbannya sebagai tempat duduk Abdullah bin Umi Maktum.
««•»»
because the blind man came to him: ‘Abd Allāh son of Umm Maktūm, who interrupted him while he was busy with those notables of Quryash whose submission [to God] he was very eager for. The blind man was not aware that he was busy with these and so he called out to him, ‘Teach me of what God has taught you’. However, the Prophet (s) went off to his house. He was then reproached for this with what was revealed in this sūra. Afterwards, whenever he came to him, the Prophet would say to him, ‘Greetings to him on whose account God reproached me!’, and would lay down his cloak for him.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Imam Ibnu Munzir mengetengahkan sebuah hadis melalui Ikrimah sehubungan dengan firman-Nya, "Binasalah manusia; alangkah sangat kekafirannya." (Q.S. 'Abasa, 17) Ikrimah mengatakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Atabah bin Abu Lahab, yaitu sewaktu dia mengatakan: "Aku kafir kepada Rabb bintang."
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 1][AYAT 3]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
2of42
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=80&tAyahNo=2&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#80:2